MARDIANA. M.Pd (Guru Mulya Karena Karya)
Blog ini berisikan tentang dunia pendidikan
Jumat, 08 September 2023
Senin, 13 Februari 2023
AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF
Sekolah diumpakan sebagai lahan tempat
bercocok tanam sehingga guru harus mengusahakan sekolah jadi lingkungan yang
menyenangkan, menjaga, dan melindungi murid dari hal-hal yang tidak baik.
Dengan demikian, karakter murid tumbuh dengan baik. Sebagai contoh, murid
yang tadinya malas menjadi semangat, bukan kebalikannya. Murid akan mampu
menerima dan menyerap suatu pembelajaran bila lingkungan di sekelilingnya
terasa aman dan nyaman. Selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari
lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi.
Oleh sebab itulah guru bertanggung jawab menciptakan
suatu lingkungan positif yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung,
saling belajar, saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik,
dari kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga
sekolah, dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan
membentuk sebuah budaya positif.
Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa:
“…kita ambil contoh perbandingannya dengan
hidup tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan
seorang pendidik) yang menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya
padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman padi, memberi
pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup
tanaman padi dan lain sebagainya.” (Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan.
Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937)
Dari uraian tersebut, kita dapat memahami
bahwa sekolah diumpamakan sebagai lahan tempat bercocok tanam, maka guru harus
mengusahakan sekolah jadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga, dan melindungi
murid dari hal-hal yang tidak baik. Dengan demikian, karakter murid
tumbuh dengan baik. Sebagai contoh, murid yang tadinya malas menjadi semangat,
bukan kebalikannya. Murid akan mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran
bila lingkungan di sekelilingnya terasa aman dan nyaman. Selama seseorang
merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan
sulit terjadi.
Dengan demikian, salah
satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan
positif yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar,
saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik; dari
kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga
sekolah, dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan
membentuk sebuah budaya positif.
Untuk itulah menciptakan
lingkungan positif agar terbentuk suatu budaya positif adalah suatu proses
perjalanan pendidikan yang harus kita jalani, karena ini merupakan tanggung
jawab kita sebagai seorang pendidik, sebagai seorang pemimpin pembelajaran.
Suatu lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan murid kesempatan dan
kebebasan untuk berproses, belajar, membuat kesalahan, belajar lagi, sehingga
mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran. Perlu diingat, selama seseorang
merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan
sulit terjadi. Dan salah satu tanggung jawab kita sebagai pendidik adalah
menghilangkan atau ‘mencabut’ gangguan-gangguan yang menghalangi proses
pengembangan potensi murid.
Tujuan Aksi Nyata
Pembiasaan budaya positif
dalam pembelajaran di kelas maupun disekolah dapat meningkatkan daya nalar
peserta didik, dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang aktif kreatif yang
menciptakan pembelajaran bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik serta melatih
tanggung jawab dan kedisiplinan peserta didik di lingkungan kelas dan sekolah.
Budaya positif juga dapat meningkatkat
interaksi antara guru dan siswa maupun siswa dan siswa kea rah yang positif. Memotivasi
mengembangkan wawasan pengetahun serta melalui komunikasi yang baik
pembelejaran dalam dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Hasil dari aksi nyata
Setelah menerapkan aksi nyata hasil yang dapat dilihat peserta didik dapat memberikan respon yang positif serta dapat memberikan umpan balik dengan lebih terbuka. Peserta didik lebih bisa menghargai pendapat orang lain, mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Dalam proses pembelajaran peserta didik terlihat lebih aktif, kreatif dan termotivasi dalam belajar.
Hal
yang belum di capai
Masih ada
sebahagian siswa yang belum berani tampil, kurang percaya diri berinteraksi
dalam pembelajaran dan ada beberapa siswa yang belum sepenuhnya menerapkan kesiplinan
dan tanggung jawa.
Rencana tindak lanjut
Meningkatkan komunikasi
positif kepada siswa dan mengkondisikan Kembali keyakinan kelas yang telah
disepakati. Keteladan oleh guru juga
merupakan hal utama yang harus di perhatikan. Terus memantau kebiasaan baik
siswa secara berkesinambungan sehingga dapat tercapainya budaya positif.
Senin, 15 November 2021
-
AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF Latar Belakang Sekolah diumpakan sebagai lahan tempat bercocok tanam sehingga guru harus mengusahaka...
-
Salah satu tugas Pembatik Level 4 adalah membuat Brand Pendidikan yang bernuasa Pariwisa ciri khas daerah masing-masing. Pada awalnya sedi...
.jpeg)
















