Senin, 13 Februari 2023

 

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Latar Belakang

Sekolah diumpakan sebagai lahan tempat bercocok tanam sehingga guru harus mengusahakan sekolah jadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga, dan melindungi murid dari hal-hal yang tidak baik. Dengan demikian,  karakter murid tumbuh dengan baik. Sebagai contoh, murid yang tadinya malas menjadi semangat, bukan kebalikannya. Murid akan mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran bila lingkungan di sekelilingnya terasa aman dan nyaman. Selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi.

Oleh sebab itulah guru bertanggung jawab menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik, dari kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah, dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya positif.

Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa:

“…kita ambil contoh perbandingannya dengan hidup tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya.” (Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan. Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937)

Dari uraian tersebut, kita dapat memahami bahwa sekolah diumpamakan sebagai lahan tempat bercocok tanam, maka guru harus mengusahakan sekolah jadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga, dan melindungi murid dari hal-hal yang tidak baik. Dengan demikian,  karakter murid tumbuh dengan baik. Sebagai contoh, murid yang tadinya malas menjadi semangat, bukan kebalikannya. Murid akan mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran bila lingkungan di sekelilingnya terasa aman dan nyaman. Selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi.

 





Dengan demikian, salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik; dari kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah, dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya positif.






Untuk itulah menciptakan lingkungan positif agar terbentuk suatu budaya positif adalah suatu proses perjalanan pendidikan yang harus kita jalani, karena ini merupakan tanggung jawab kita sebagai seorang pendidik, sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Suatu lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan murid kesempatan dan kebebasan untuk berproses, belajar, membuat kesalahan, belajar lagi, sehingga mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran. Perlu diingat, selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi. Dan salah satu tanggung jawab kita sebagai pendidik adalah menghilangkan atau ‘mencabut’ gangguan-gangguan yang menghalangi proses pengembangan potensi murid.

Tujuan Aksi Nyata

Pembiasaan budaya positif dalam pembelajaran di kelas maupun disekolah dapat meningkatkan daya nalar peserta didik, dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang aktif kreatif yang menciptakan pembelajaran bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik serta melatih tanggung jawab dan kedisiplinan peserta didik di lingkungan kelas dan sekolah. Budaya positif  juga dapat meningkatkat interaksi antara guru dan siswa maupun siswa dan siswa kea rah yang positif. Memotivasi mengembangkan wawasan pengetahun serta melalui komunikasi yang baik pembelejaran dalam dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Hasil dari aksi nyata

Setelah menerapkan aksi nyata hasil yang dapat dilihat peserta didik dapat memberikan respon yang positif serta dapat memberikan umpan balik dengan lebih terbuka. Peserta didik lebih bisa menghargai pendapat orang lain, mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Dalam proses pembelajaran peserta didik terlihat lebih aktif, kreatif dan termotivasi dalam belajar.

Hal yang belum di capai

Masih ada sebahagian siswa yang belum berani tampil, kurang percaya diri berinteraksi dalam pembelajaran dan ada beberapa siswa yang belum sepenuhnya menerapkan kesiplinan dan tanggung jawa.

Rencana tindak lanjut





Meningkatkan komunikasi positif kepada siswa dan mengkondisikan Kembali keyakinan kelas yang telah disepakati. Keteladan oleh guru  juga merupakan hal utama yang harus di perhatikan. Terus memantau kebiasaan baik siswa secara berkesinambungan sehingga dapat tercapainya budaya positif.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembatik 2023

 Tugas Pembatik Level 2 Tahun 2023