MENINGKATKAN MINAT BUDAYA LOKAL SISWA ABAD 21 MELALUI MEDIA ONLINE DI ERA REVOLUSI
INDUSTRI 4.0
PENELITIAN
TINDAKAN KELAS (PTK)
GURU SD
BERPRESTASI
Oleh :
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah
melimpahkan segala Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulisan proposal
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berjudul “Meningkatkan Minat Budaya Lokal Siswa Abad 21 Melalui
Media Online di Era Revolusi Industri
4.0” dapat diselesaikan. Penyelesaian Proposal PTK ini disusun untuk diajukan
kepada Tim Penilai Lomba Guru Berprestasi Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Aceh
tahun 2019.
PTK ini dilakukan di kelas VI SD Negeri 1 Calang Kecamatan Krueng Sabee
Kabupaten Aceh Jaya. Menggunakan teknik pengumpulan data jenis instrument
observasi. Hasil penelitian menemukan pembelajaran menggunakan media online
dapat meningkatkan minat terhadap kearifan lokal secara signifikan.
Melalui karya ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.
Kepala
Dinas Pendidikan Aceh Jaya, Bapak Abdul Jabar, S. Pd yang telah memberikan
apresiasi yang sangat besar terhadap proses penelitian sampai dengan selesai.
2.
Kepala
SD Negeri 1 Calang, Ibu Herlis Nanda Arita, S. Pd yang telah memberikan
dukungan dalam mengkondisikan subjek penelitian sebagaimana tuntutan penelitian
ini.
3.
Teman-teman
guru SD Negeri 1 Calang yang telah membantu memberikan kritik dan saran dalam
desiminasi di Kabupaten Aceh Jaya.
4.
Semua
pihak yang turut berpartisipasi dalam penyusunan proposal PTK ini.
Penulis menyadari bahwa PTK ini jauh dari sempurna sehingga krik dan
saran para penilai dan pembaca sangat diharapkan demi perbaikan penulisan
dimasa akan datang.
Aceh
Jaya, 15 April 2019
Mardiana,
S. Pd. SD
NIP.
19810528 200604 2 01
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Kemajuan
kehidupan masyarakat dalam suatu negara sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, faktor utama yang tidak bisa lepas yaitu dunia pendidikan. Untuk
menciptakan suatu negara yang mempunyai masyarakat yang maju, maka suatu negara
dituntut untuk aktif
dan secara berkesinambungan menciptakan terobosan-terobosan dalam upaya
memajukan dunia pendidikan sesuai abad 21 di setiap jenjang. Sehingga dapat
mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi era revolusi industry 4.0
saat ini.
Guru
adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sehingga
diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang cerdas, berkualitas, bersaya saing,
berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur serta tetap cinta pada kearifan lokal. Pendidikan
adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, cinta budaya,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan
yang dibutuhkan bagi
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 tahun 2003).
B.
Perumusan Masalah
1. Identifikasi
Masalah
Setelah kami mengevaluasi dan mengamati hasil belajar
siswa, serta mengingat kembali proses pembelajaran, maupun melihat catatan
harian evaluasi pada akhir pembelajaran
Tema 2 yang berjudul Persatuan dalam Perbedaan, Sub Tema 1 tentang Rukun dalam
Perbedaan dalam Pembelajaran 2, ternyata hasil belajar siswa masih banyak
masalah yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Masalah-masalah
tersebut diantaranya yaitu:
-
Siswa kurang berminat dalam proses pembelajaran
-
Siswa kurang
memahami tarian dari daerah sendiri
-
Siswa tidak
dapat mempraktekkan dengan baik tarian dari daerah sendiri
-
Siswa belum
mampu berkomunikasi dengan baik untuk memecahkan masalah dalam kelompok
-
Siswa lebih tertarik budaya luar dari pada budaya lokal
-
Siswa masih
mengedepankan ego masing-masing dalam diskusi kelompok
2.
Analisis Masalah
Setelah masalah–masalah yang teridentifikasi
dianalisis, maka hasilnya menunjukkan bahwa penyebab munculnya masalah tersebut
anta lain yaitu;
-
Guru hanya
memperlihatkan gambar-gambar bertema “Kerukunan dalam Masyarakat”
-
Guru hanya
memperlihatkan gambar-gambar tarian dari berbagai daerah
-
Guru tidak mempraktekkan langsung tarian dari daerah aceh
-
Guru belum
memberikan tugas yang lebih menantang dan detail kepada siswa
-
Guru belum
memperlihatkan keistimewaan tarian daerah aceh
-
Guru belum
menyediakan jurnal nilai sikap (kerjasama dan kekompakan) secara tepat.
3.
Perumusan Masalah
Berdasarkan hasil analisis yang mengungkap berbagai
penyebab munculnya masalah kekurang-berhasilan pembelajaran tematik tersebut di atas, maka masalah yang menjadi fokus perbaikan itu dapat dirumuskan sebagai berikut : “Bagaimana cara mengaktifkan, memotivasi, memusatkan
perhatian, memberi pertanyaan, membimbing diskusi, agar mampu meningkatkan minat budaya lokal siswa abad 21 di era revolusi 4.0 ini sehingga hasil belajar
siswa kelas VI menjadi lebih baik”.
4.
Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan
masalah atau alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
-
Guru memperlihatkan vidio yang bertema keberagaman suku bangsa Indonesia dari
Sabang sampai Maroke dikutip dari media online.
-
Guru
memperlihatkan vidio Opening Ceremonial ASIAN GAMES ke 18 di Jakarta yang
dikutip dari media online.
-
Guru meminta
seluruh siswa dalam kelompok untuk meniru dan mempraktekkan tarian Ratoh Duek
yang berasal dari Aceh.
-
Guru memberikan
tugas kelompok dalam bentuk Projek yang harus dilaporkan secara berkala (setiap
kelompok menciptakan sebuah tarian dari Aceh untuk ditampilkan di Pentas Seni
Kelas)
-
Guru meminta
siswa memanfaatkan media belajar online untuk mengakses berbagai tarian yang
ada di daerah aceh
-
Guru menyiapkan
Junal nilai sikap disetiap laporan berkala.
C. Tujuan
Penelitian
1.
Tujuan umum
Kegiatan
penelitian ini secara umum bertujuan untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan berbangsa bernegara dalam berbagai perbedaan
yang ada di Negara Republik Indonesia, dengan tetap selalu menjaga kekompakan, saling menghargai pendapat orang
lain dan toleransi serta lebih mencintai
budaya sendiri dari pada budaya asing. Salah satunya adalah dengan mengenal
berbagai jenis tarian Aceh yang sudah merambah ke dunia Internasional.
2. Tujuan Khusus
Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
-
Meningkatkan
perhatian dan minat siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang dalam proses pembelajaran
yang bertema Persatuan dalam Perbedaan
-
Meningkatkan
pemahaman siswa terhadap berbagai tarian dari daerah Aceh melalui media online
-
Meningkatkan
kemampuan siswa Kelas VI SD Negeri 1 Calang mengakses informasi dari media online dan mempraktekkan tarian dari daerah Aceh.
-
Meningkatkan
kemampuan siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang berkomunikasi dengan baik dan
santun untuk memecahkan masalah dalam kelompok
-
Meningkatkan
minat dan cinta terhadap kearifan budaya lokal serta mampu menyaring hal-hal
negatife dari media online
-
Meningkatkan
sikap menghargai pendapat orang lain dan dapat mengedepankan kepentingan
bersama
D. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
-
Bagi guru yaitu dapat menjadi motivasi diri untuk terus mencoba menggunakan berbagai
metode-metode pembelajaran lainnya yang dapat membantu siswa di abad 21 dalam mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan di era revolusi
4.0 serta membangkitkan rasa percaya diri sehingga akan selalu bergairah dan
bersemangat untuk memperbaiki mutu
pembelajarannya secara terus menerus
-
Bagi siswa yaitu dapat
meningkatkan semangat cinta budaya lokal dalam
proses belajar karena belajar jadi tidak membosankan. Pemahaman
materipun jadi lebih yang mudah sehingga
proses dan hasil belajar pun akan lebih meningkat pula.
-
Bagi sekolah yaitu
bermanfaat untuk membantu sekolah dalam mengembangkan dan
menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas sesuai abad 21 di era revolusi 4.0 yang
akan menjadi percontohan atau model bagi sekolah-sekolah, disamping
akan terlahir guru-guru yang profesional berpengalaman dan menjadi
kepercayaan orang tua, masyarakat
serta pemerintah.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pembelajaran
Melalui Media Online di abad 21
Pembelajaran
abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana
kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat
memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses
belajar mengajar. Salah satu contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi
memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran ialah peserta didik diberi
kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai
teknologi informasi. Saat ini pemanfaatan aplikasi youtobe oleh siswa sudah
tidak asing lagi. Penggunaan aplikasi ini dalam kehidupan sehari-hari begitu
gencar. Dengan mengarahkan siswa memanfaatkan media ini secara optimal akan
sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terutama
Meningkatkan Minat Budaya Lokal di Era Revolusi Industri 4.0
Selain itu,
sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana
kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning)menjadi
pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan
tuntutan dunia masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan
berpikir dan belajar. Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan
memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis, kolaborasi, dan
kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik
apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi
kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam
memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama
dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang
dibuatnya.
Pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik berbeda dengan pembelajaran yang berpusat pada
pendidik, berikut karakter pembelajaran abad 21 yang sering disebut sebagai 4
C, yaitu:
1.
Communication (Komunikasi)
Pada karakter ini, peserta didik
dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif
dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta
didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan
ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika
menyelesaikan masalah yang diberikan oleh pendidik.
2. Collaboration (Kerjasama)
Pada karakter ini, peserta didik
menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan;
beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif
dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif
berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas
secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan
mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain.
3.
Critical Thinking and Problem
Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah)
Pada karakter ini, peserta didik
berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat
pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga
menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan
permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki
kemampuan untuk menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan
masalah.
4.
Creativity and Innovation (Daya cipta dan
Inovasi)
Pada karakter ini, peserta didik
memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan
gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap
perspektif baru dan berbeda.
Selain peralihan sistem
pembelajaran, pada abad ini pun terjadi pergeseran tujuan pendidikan dimana
pada abad ke 19 yang dikenal sebagai era industri, penyelenggaraan pendidikan
bertujuan untuk mempersiapkan orang dalam dunia sederhana, statis/linier,
dan predictable (dapat diramalkan). Peserta didik
diharapkan dapat melakukan kegiatan-kegiatan dengan perilaku yang rutin. Dampak
dari pola pendidikan ini adalah kemampuan output yang standar sehingga
kecakapan yang dimiliki merupakan kecakapan standar.
B. Ciri-Ciri Media Online
Berdasarkan pengertian
media online di atas, ada beberapa karakteristik yang membedakan media online
dengan media lainnya, diantaranya adalah:
1. Kecepatan Informasi
Ini adalah karakteristik media online yang
paling mencolok dibandingkan dengan media konvensional. Peristiwa atau kejadian
di lapangan dapat langsung diupload dalam hitungan detik atau menit. Tidak
seperti media cetak yang membutuhkan waktu lebih lama dalam hal publikasinya.
2. Informasi Dapat
Di-Update
Penyampaian informasi di media online dapat
dilakukan secara realtime dan terus menerus. Ketika ada pembaruan/ update
informasi terkait informas lama, maka dapat dilakukan perubahan. Proses
pembaruan/ update ini dapat dilakukan secara realtime.
3.
Personalisasi
Pengguna sebuah media online dapat
menentukan atau memilih informasi seperti apa yang dibutuhkan. Dengan begitu,
maka pengguna hanya membaca informasi yang relevan dengan pilihannya.
4.
Terhubung Dengan Sumber Lain
Pada media online semua informasi yang disajikan dapat
dikaitkan dengan sumber lain yang relevan, baik dari sumber yang sama atau pun
dari sumber yang berbeda, maka pengguna dapat membuka informasi lain dengan
satu klik saja.
C.
Mengangkat
Minat Budaya Lokal
Melalui pembelajaran media online ini pelajar dapat
dengan mudah mengakses berbagai kearifal lokal yang menjadi kebanggaan daerah
seperti tarian-tarian dari Aceh. Karakteristik ini memungkinkan pelajar
melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas dibandingkan dengan
hanya menggunakan media konvensional. Teknologi internet menunjang pelajar yang
mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati berbagai
informasi tentang budaya lokal.
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Subjek Penelitian
Penelitian
Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri 1 Calang Kecamatan Krueng
Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Tema 2 yang
berjudul “Persatuan dalam Perbedaan, Sub Tema 1 “Rukun dalam Perbedaan”
Pembelajaran 2 menjadi subjek
penelitian dengan “Meningkatkan
Minat Budaya Lokal Siswa Abad 21
Melalui Media Online Di Era Revolusi Industri 4.0”.
Jumlah siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang pada saat PTK ini dilaksanakan yaitu sebanyak 34 orang, terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Kapasitas tempat duduk terdiri atas 34 meja kecil dan 34 kursi. Tingkat kemampuan para siswa
bervariasi ada yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang di atas
rata-rata. Dari data hasil ulangan harian Tema 2 yang baru
saja dilaksanakan tercatat siswa yang memiliki nilai di atas KKM yaitu 12 orang atau 35,29 % dari 34 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM ada 18 orang siswa atau 58,82 % dan
sisanya 2 orang atau 5,88 % memiliki
nilai sama dengan KKM, dimana KKM Satuan
Pendidikan di SD Negeri 1 Calang adalah 75.
Tabel I
Jadwal Pelaksanaan Perbaikan dalam
PTK
Tema 2 Sub
Tema 1 Pembelajaran 2
NO
|
Hari/ tanggal
|
Siklus
|
Materi
|
1
|
Senin, 20
Agustus 2018
|
I
|
Persatuan
dalam Perbedaan
|
2
|
Rabu,22 Agustus 2018
|
II
|
Persatuan
dalam Perbedaan
|
3
|
Jumat, 24
Agustus 2018
|
III
|
Persatuan
dalam Perbedaan
|
B. Metode
Penelitian
Langkah –langkah yang dilakukan
dalam penelitian tindakan kelas di kelas VI SD Negeri 1 Calang dengan Tema
Persatuan dalam Perbedaan adalah sebagai berikut
:
1. Rencana
Siklus I
a.
Mengondisikan siswa pada situasi
pembelajaran
b.
Menyampaikan tujuan
c.
Menjelaskan langkah–langkah
pembelajaran
d.
Mengaitkan pelajaran yang lalu
dengan yang materi yang akan diajarkan.
e.
Mengamati gambar-gambar keanekaraman suku bangsa di Indonesia.
f.
Mengamati
foto-foto berbagai tarian nusantara
g.
Membimbing diskusi kelompok mengenai
Persatuan dalam perbedaan dalam kehidupan
sehari-hari.
h.
Menyimpulkan pelajaran bersama
i.
Mengadakan post tes
Siklus II
a.
Mengondisikan siswa pada situasi
pembelajaran
b.
Menyampaikan tujuan
c.
Menjelaskan langkah–langkah pembelajaran
d.
Mengaitkan pelajaran yang lalu
dengan yang materi yang akan diajarkan.
e.
Mengamati gambar-gambar keanekaraman suku bangsa di Indonesia.
f.
Menyelesaikan
Lembar Kerja dalam diskusi kelompok tentang keberagaman suku bangsa di
Indonesia.
g.
Mengamati foto-foto
berbagai tarian nusantara
h.
Membimbing diskusi kelompok mengenai
Persatuan dalam perbedaan dalam kehidupan
sehari-hari.
i.
Menyimpulkan pelajaran bersama
j.
Mengadakan post tes
Siklus III
a.
Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menggunakan media
online. Siswa ikut dilibatkan dalam menyiapkan alat-alat dan media yang
dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Siswa dibagi kedalam 4 kelompok yang
terdiri dari 7 atau 8 orang yang bersifat heterogen bertujuan pada akhir
pelajaran siswa dapat bekerjasama mempraktekkan sebuah tarian dari daerah Aceh.
b.
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
c.
Mengaitkan pelajaran yang lalu
dengan yang materi yang akan akan diajarkan
d.
Menjelaskan langkah-langkah
pembelajaran dengan menggunakan media
online kepada siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang.
e.
Siswa dalam
kelompok mengamati gambar dan vidio yang
diambil secara online tentang keberagaman suka bangsa di Nusantara
f.
Menyelesaikan
Lembar Kerja dalam diskusi kelompok tentang keberagaman suku bangsa di
Indonesia.
g.
Siswa
menonton vidio Opening Ceremonial SEA Game ke 18 di Jakarta
h.
Setiap
kelompok diberikan tugas (projek) menyiapkan sebuah tarian daerah Aceh untuk dipraktekkan
pada kegiatan pentas seni kelas.
i.
Setiap
kelompok di minta mengisi Laporan Kemajuan Persiapan Tarian secara berkala
j.
Menyiapkan
jurnal penilaian sikap
k.
Membimbing diskusi kelompok mengenai
Persatuan dalam perbedaan dalam kehidupan
sehari-hari.
l.
Menyimpulkan pelajaran bersama
Mengadakan post tes
2. Pelaksanaan
Penelitian
a.
Melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan rencana yang telah disusun
b.
Melakukan pengamatan terhadap proses
pembelajaran
c.
Melakukan tindakan khusus kepada
siswa yang memerlukan bimbingan.
3. Melakukan Pengumpulan Data
a.
Mencatat nilai evaluasi siswa
b.
mencatat hasil pengamatan terhadap
sikap siswa
c.
menganalisis hasil pembelajaran
d.
Melakukan refleksi terhadaphasil
analisis tindakan.
4. Refleksi
a) Siklus I
Siswa belum semuanya
memperhatikan penjelasan guru ketika guru sedang menjelaskan, siswa juga belum
seluruhnya aktif dalam kerja kelompok/diskusi, tercatat juga siswa kurang
mengerti terhadap maksud kalimat atau bahasa yang diucapkan guru. Hal ini
disebabkan guru kurang menggunakan contoh/ ilustrasi dan penekanan serta alat
peraga yang menarik, guru juga tidak memberikan tugas secara individu dalam
diskusi/ kerja kelompok, juga guru kurang memberi penekanan-penekanan terhadap
kata baru atau kata kunci yang menjadi permasalahan.
b) Siklus II
Siswa sudah mulai memperhatikan apa yang dijelaskan
oleh guru, siswa juga mulai aktif berkomunikasi dengan anggota kelompoknya dan
mencatat hasil diskusi secara individual, tetapi para siswa kurang aktif ketika
diskusi klasikal atau menanggapi kelompok lain ketika presentasi di depan
kelas. Namun ada perkembangan yang lebih baik, siswa mulai mengerti bahasa yang
dimaksud seperti, bagian-bagian, jenis-jenis, fungsi, bahwa kata-kata tersebut
mengandung arti dan maksud yang berbeda.
c) Siklus
III
Siswa menunjukkan
perkembangan yang jauh lebih baik
dari pembelajaran sebelumnya. Siswa sudah aktif memperhatikan penjelasan guru,
aktif berdiskusi dan memahami kata kunci dalam pokok bahasan
yang menjadi tujuan pembelajarannya. Siswa lebih respon, santun, menghargai teman dalam diskusi kelas/presentasi ataupun tanya jawab. Hal ini disebabkan karena guru menggunakan media online dan langsung melibatkan siswa.
BAB IV
HASIL
PENELITIAN
A. Deskripsi Per Siklus
1. Rencana
Siklus I
Merencanakan pembelajaran dan menyiapkan lembar
observasi yang akan digunakan teman sejawat untuk membantu mengamati
jalannya proses pembelajaran di kelas. Lembaran observasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Tabel II
Lembar Observasi
Tema : 2 Persatuan
dalam Perbedaan
Sub Tema : 1 Rukun dalam
Perbedaan
Pembelajaran : 1
Kelas/
Semester
: IV/ I
Hari/
Tanggal
: Senin, 20 Agustus 2018
Fokus observasi
: Minat Budaya Lokal
No.
|
Aspek yang Diamati
|
Kemunculan
|
Komentar
|
Ya
|
Tidak
|
1.
|
Kegiatan awal
|
|
|
|
1.1
|
Mengungkapkan konsep awal
|
|
|
|
1.2
|
Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari
melalui tanya jawab
|
|
|
|
1.3
|
Menyampaikan tujuan pembelajaran
|
|
|
|
1.4
|
Respon siswa
|
|
|
|
2.
|
Kegiatan inti
|
|
|
|
2.1
|
Memotivasi dan membimbing siswa dalam kerja kelompok
|
|
|
|
2.2
|
Keaktifan siswa dalam kegiatan pengamatan
|
|
|
|
2.3
|
Menanggapi pertanyaan siswa
|
|
|
|
2.4
|
Keaktifan dan kerja sama siswa dalam kelompok
|
|
|
|
2.5
|
Komunikasi dalam kelompok
|
|
|
|
2.6
|
Menggunakan alat peraga
|
|
|
|
2.7
|
Mempresentasikan hasil diskusi
|
|
|
|
2.8
|
Partisipasi siswa dalam menaggapi kelompok lain
|
|
|
|
2.9
|
Menanggapi hasil diskusi
|
|
|
|
3.
|
Kegiatan akhir
|
|
|
|
3.1
|
Memberi kesempatan siswa untuk bertanya
|
|
|
|
3.2
|
Membimbing siswa membuat kesimpulan
|
|
|
|
3.3
|
Mengadakan evaluasi
|
|
|
|
2.
Pengamatan
Setelah
melakukan penelitian dan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan penelitian
tindakan kelas, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel III
Hasl Pengamatan Aktifitas Siswa
No
|
Nama Siswa
|
Siklus I
|
Siklus II
|
Siklus III
|
Ket.
|
1
|
Adinda
Junita
|
B
|
B
|
A
|
|
2
|
Aibal Zal
Chalil
|
C
|
B
|
B
|
|
3
|
Alinda
Qhaira
|
C
|
C
|
B
|
|
4
|
Cahaya
Dzulhijjah
|
B
|
A
|
A
|
|
5
|
Cut
Naila Keumala
|
C
|
C
|
B
|
|
6
|
Fatir
Nurchalish
|
C
|
B
|
B
|
|
7
|
Fawwaz
Mulkian
|
C
|
B
|
B
|
|
8
|
Izzi
Fatiya Handana
|
C
|
C
|
B
|
|
9
|
Kayla Queenta Balqis
|
B
|
B
|
A
|
|
10
|
Maulana Zikri
|
C
|
B
|
A
|
|
11
|
Meilina Rizkia
|
A
|
A
|
A
|
|
12
|
Muhammad Fais Haikal
|
B
|
B
|
B
|
|
13
|
Muhammad Ramadhani
|
B
|
B
|
B
|
|
14
|
Muhammad Zahlul Ichsan
|
B
|
B
|
B
|
|
15
|
Mulia Azizi
|
C
|
C
|
B
|
|
16
|
Nabila Arrahman
|
B
|
B
|
B
|
|
17
|
Natasya
|
B
|
B
|
A
|
|
18
|
Natiya Syatista
|
B
|
B
|
A
|
|
19
|
Rieda Ariefa Syailana
|
C
|
B
|
B
|
|
20
|
Rizki Maulana
|
B
|
B
|
B
|
|
21
|
Rizka Mauliza
|
C
|
B
|
A
|
|
22
|
Sri Salwanita
|
B
|
B
|
A
|
|
23
|
Sriwahyuni
|
C
|
C
|
B
|
|
24
|
Vita Sari
|
C
|
C
|
B
|
|
25
|
Wirdatul Ahya
|
C
|
B
|
B
|
|
26
|
Yazeed Omar Ibrahim
|
B
|
B
|
B
|
|
27
|
Yusma Hayatun
|
B
|
B
|
A
|
|
28
|
Zahra Lutfiah Amanda
|
B
|
B
|
A
|
|
29
|
T. Raja Hafial Azis
|
C
|
B
|
A
|
|
30
|
Ratu Chaisarah
|
C
|
B
|
A
|
|
31
|
Rahul Fata
|
C
|
B
|
B
|
|
32
|
Rivaldi
|
C
|
C
|
A
|
|
33
|
Lulu Nursita
|
B
|
B
|
A
|
|
34
|
Salsabilla
|
C
|
B
|
B
|
|
Keterangan: A = Sangat baik, B = Baik, C = Cukup, D =
Kurang
Aktivitas siswa pada siklus I belum
maksimal, masih banyak siswa yang mengandalkan orang lain dalam diskusi
atau kerja kelompok. Hanya siswa yang menjadi ketua kelompok dan siswa yang
mencatat hasil diskusi yang aktif. Tapi ada salah satu kelompok
yang semua anggotanya aktif berpartisipasi menyelesaikan masalah, mengemukakan
pendapatnya.
Mulai pada siklus II dan sikus
III aktivitas siswa menunjukkan kemajuan. Hampir semua siswa aktif
berdiskusi. 90 % siswa sangat antusias
belajar menggunakan media online. Setiap anggota kelompok memiliki
tugas individual untuk hasil diskusinya. Disamping itu mudahnya dalam mencari informasi dengan media online sangat
mendukung para siswa
dalam belajar, sehingga secara langsung memotivasi siswa belajar secara
kompetitif. Pemahaman siswa terhadap materi mulai meningkat pada siklus III. terbukti
mereka lebih aktif dalam mengeluarkan pendapatnya, menjawab pertanyaan, ataupun
bertanya dan menanggapi pendapat siswa lain atau kelompok lain.
Tabel IV
Hasil Pengamatan Aktifitas Guru
Penggunaan Waktu
No
|
Jenis kegiatan
|
waktu
|
1
|
Apersepsi
|
20 menit
|
2
|
Proses
Pembelajaran (pendahuluan, Inti, Penutup)
|
230 menit
|
3
|
Melakukan tes formatif
|
35 menit
|
4
|
Menganalsis/ mengoreksi hasil evaluasi
|
50 menit
|
|
Jumlah
|
280 menit
|
Tabel V
Pengamatan Komponen PBM
No
|
Jenis akegiatan
|
keberatan
|
kualitas
|
ya
|
tidak
|
Baik
|
cukup
|
kurang
|
1.
|
Mengadministrasikan siswa
|
|
|
|
|
|
2.
|
Melakukan proses pembelajaran
|
|
|
|
|
|
3.
|
Mencatat pelajaran
|
|
|
|
|
|
4.
|
Melakukan tes formatif
|
|
|
|
|
|
5.
|
Menganalisis / mengoreksi hasil evaluasi
|
|
|
|
|
|
6.
|
Aktifitas siswa dalam kerja kelompok
|
|
|
|
|
|
Dari
data hasil ulangan harian Tema 2 yang baru saja dilaksanakan tercatat siswa yang
memiliki nilai di atas KKM yaitu 12
orang atau 35,29 % dari 34 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM ada 18 orang siswa atau 58,82% dan sisanya 2 orang atau 5,88 % memiliki nilai sama dengan KKM, dimana KKM Satuan Pendidikan di SD
Negeri 1 Calang adalah 75. Siswa masih perlu perbaikan. Data nilai per siklus
dapat dilihat pada tabel VI dan tabel VII di bawah ini.
Tabel VI
Nilai Evaluasi Siswa
No
|
Nama Siswa
|
Nilai
|
Ket.
|
Siklus I
|
Siklus II
|
Siklus III
|
|
1
|
Adinda
Junita
|
78
|
84
|
92
|
|
2
|
Aibal Zal
Chalil
|
75
|
84
|
87
|
|
3
|
Alinda
Qhaira
|
75
|
77
|
84
|
|
4
|
Cahaya
Dzulhijjah
|
84
|
92
|
97
|
|
5
|
Cut
Naila Keumala
|
75
|
75
|
84
|
|
6
|
Fatir
Nurchalish
|
79
|
84
|
88
|
|
7
|
Fawwaz
Mulkian
|
79
|
84
|
90
|
|
8
|
Izzi
Fatiya Handana
|
75
|
77
|
84
|
|
9
|
Kayla Queenta Balqis
|
84
|
87
|
92
|
|
10
|
Maulana Zikri
|
79
|
86
|
95
|
|
11
|
Meilina Rizkia
|
92
|
93
|
96
|
|
12
|
Muhammad Fais Haikal
|
84
|
86
|
90
|
|
13
|
Muhammad Ramadhani
|
84
|
86
|
90
|
|
14
|
Muhammad Zahlul Ichsan
|
84
|
86
|
90
|
|
15
|
Mulia Azizi
|
75
|
77
|
84
|
|
16
|
Nabila Arrahman
|
84
|
86
|
90
|
|
17
|
Natasya
|
85
|
91
|
95
|
|
18
|
Natiya Syatista
|
89
|
90
|
94
|
|
19
|
Rieda Ariefa Syailana
|
78
|
84
|
91
|
|
20
|
Rizki Maulana
|
84
|
86
|
95
|
|
21
|
Rizka Mauliza
|
79
|
87
|
96
|
|
22
|
Sri Salwanita
|
84
|
89
|
92
|
|
23
|
Sriwahyuni
|
77
|
82
|
88
|
|
24
|
Vita Sari
|
75
|
77
|
84
|
|
25
|
Wirdatul Ahya
|
77
|
82
|
88
|
|
26
|
Yazeed Omar Ibrahim
|
84
|
86
|
90
|
|
27
|
Yusma Hayatun
|
84
|
91
|
97
|
|
28
|
Zahra Lutfiah Amanda
|
85
|
90
|
96
|
|
29
|
T. Raja Hafial Azis
|
77
|
84
|
95
|
|
30
|
Ratu Chaisarah
|
81
|
89
|
93
|
|
31
|
Rahul Fata
|
77
|
82
|
88
|
|
32
|
Rivaldi
|
76
|
81
|
92
|
|
33
|
Lulu Nursita
|
85
|
90
|
95
|
|
34
|
Salsabilla
|
|
82
|
89
|
|
NILAI
RATA-RATA
GRADE
|
73,64
C
|
79,97
B
|
87,05
B
|
|
Secara keseluruhan dari siklus I
sampai siklus III nilai Rata-rata hasil evaluasi belajar siswa mengalami
peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari grafik di bawah
ini.
Grafik Nilai Rata-rata Hasil Evaluasi
Siswa Kelas IV SD Negeri I Calang
3. Refleksi
Pada siklus I perhatian siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang terhadap
pembelajaran atau penjelasan guru masih kurang, terbukti nilai hasil
evaluasi siswa pada siklus I ini dari jumlah siswa 34 orang, hanya 12 orang memperoleh nilai di atas 75 (75 = nilai
KKM), dan 18 orang
memperoleh nilai di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), dan 4 orang yang mendapat nilai sama dengan KKM, artinya 18 orang harus diperbaiki nilainy.
Pada siklus ke II nilai siswa sudah meningkatkat 17 orang siswa diatas KKM, 4 orang siswa
sama dengan KKM dan 13 siswa masih dibawah KKM.
Pada siklus ke III hasil evaluasi meningkat drastis penggunaan alat peraga gambar,, video pembelajaran
ditampah pemanfaatan media online semakin meningkatkan gairah belajar serta sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran lebih baik lagi, sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Hal ini
dapat diamati dari nilai hasil evaluasi pada siklus III yang semakin memuaskan. 23 orang siswa mendapat nilai diatas KKM, 8 orang sama dengan KKM dan hanya
3 orang siswa yang dibawah KKM.
B. Pembahasan dari setiap siklus
Siklus I
Hasil belajar pada siklus I yang
masih dibawah target menunjukkan proses pembelajaran yang kurang aktif dan guru
belum bisa menyampaikan materi secara optimal. Disamping itu aspek perilaku
keseluruhan dari tujuan pembelajaran menurut Benyamin Bloom (1956) yang dapat
menunjukkan gambaran hasil belajar, mencakup aspek kognitif, afektif, dan
psikomotor belum muncul secara positif, menetap, dan menyeluruh.
Siklus II
Hasil belajar pada siklus II
menunjukkan kemajuan. Penggunaan alat peraga dan video pembelajaran telah
membantu siswa, membangkitkan motivas belajar, menyajikan pesan secara serempak
bagi seluruh siswa. Dalam pengelolaan kelas guru telah membantu siswa merasakan
kebebasan untuk melakukan apa yang siswa inginkan (Weber, 1977)
Siklus III
Pada pembelajaran siklus III, adanya
peningkatan nilai hasil evaluasi secara signifikan, penggunaan media online membantu siswa dengan mudah
mendapatkan informasi dari berbagai sumber dengan mudah, mengetahui berbagai
kearifan local dari berbagai daerah diAceh. Sehingga minat budaya local dan
saling menghargai perbedaan semakin meningkat.Guru juga semakin pahamti bahwa guru ketika mengajar untuk perbaikan
seharusnya mulai dengan refleksi dengan bertanya kepada diri sendiri “ Apa yang
diperlukan anak? Dan bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan anak? (Kohn,
1996)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan.
Pemanfaatan
media online dapat membantu menumbuhkan minat siswa abad 21 terhadap budaya
lokal di era revolusi 4.0 Pengunaan
media online yang disertai dengan metode yang tepat pada
pembelajaran Tematik ternyata
dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa, memotivasi siswa untuk belajar,
membantu siswa dalam diskusi, meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa
terhadap materi pelajaran,meningkatkan hasil pembelajaran dan yang terpenting membantu siswa tetap mencintai nilai-nilai kearifan
lokal. Terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 80,58 pada siklus pertama, 84,91 pada siklus II dan 90,91 pada siklus III.
B. Saran
Setiap guru seharusnya terus berusaha untuk meningkatkan penggunaan media online dengan baik, memperkenal kepada siswa nilai-nilai positif dan
mengingatkan untuk menjauhi hal-hal negative dari penggunaan media online di
Era Revolusi ini..