Sabtu, 24 Agustus 2019

PTK Gupres 2019 go kontes












MENINGKATKAN  MINAT BUDAYA LOKAL SISWA  ABAD 21 MELALUI MEDIA ONLINE DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0



PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
GURU SD BERPRESTASI


Oleh :

Mardiana, S. Pd. SD




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan segala Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulisan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berjudul “Meningkatkan  Minat Budaya Lokal Siswa Abad 21 Melalui Media Online di  Era Revolusi Industri 4.0” dapat diselesaikan. Penyelesaian Proposal PTK ini disusun untuk diajukan kepada Tim Penilai Lomba Guru Berprestasi Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Aceh tahun 2019.
PTK ini dilakukan di kelas VI SD Negeri 1 Calang Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Menggunakan teknik pengumpulan data jenis instrument observasi. Hasil penelitian menemukan pembelajaran menggunakan media online dapat meningkatkan minat terhadap kearifan lokal secara signifikan.
Melalui karya ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Kepala Dinas Pendidikan Aceh Jaya, Bapak Abdul Jabar, S. Pd yang telah memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap proses penelitian sampai dengan selesai.
2.      Kepala SD Negeri 1 Calang, Ibu Herlis Nanda Arita, S. Pd yang telah memberikan dukungan dalam mengkondisikan subjek penelitian sebagaimana tuntutan penelitian ini.
3.      Teman-teman guru SD Negeri 1 Calang yang telah membantu memberikan kritik dan saran dalam desiminasi di Kabupaten Aceh Jaya.
4.      Semua pihak yang turut berpartisipasi dalam penyusunan proposal PTK ini.
Penulis menyadari bahwa PTK ini jauh dari sempurna sehingga krik dan saran para penilai dan pembaca sangat diharapkan demi perbaikan penulisan dimasa akan datang.
Aceh Jaya, 15 April 2019


Mardiana, S. Pd. SD
NIP. 19810528 200604 2 01




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Kemajuan kehidupan masyarakat dalam suatu negara sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor utama yang tidak bisa lepas yaitu dunia pendidikan. Untuk menciptakan suatu negara yang mempunyai masyarakat yang maju, maka suatu  negara  dituntut  untuk  aktif  dan  secara  berkesinambungan  menciptakan terobosan-terobosan dalam upaya memajukan dunia pendidikan sesuai abad 21 di setiap jenjang. Sehingga dapat mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi era revolusi industry 4.0 saat ini.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sehingga diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang cerdas, berkualitas, bersaya saing, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur serta tetap cinta pada kearifan lokal. Pendidikan adalah usaha  sadar  dan  terencana  untuk  mewujudkan  suasana  belajar  dan  proses pembelajaran  agar  peserta  didik  secara  aktif  mengembangkan  potensi  dirinya untuk  memiliki  kekuatan  spiritual  keagamaan, cinta budaya,  pengendalian  diri,  kepribadian, kecerdasan,  akhlak  mulia,  serta  keterampilan  yang  dibutuhkan  bagi  dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 tahun 2003).


B.     Perumusan  Masalah
1.      Identifikasi Masalah
Setelah kami mengevaluasi dan mengamati hasil belajar siswa, serta mengingat kembali proses pembelajaran, maupun melihat catatan harian evaluasi pada akhir pembelajaran Tema 2 yang berjudul Persatuan dalam Perbedaan, Sub Tema 1 tentang Rukun dalam Perbedaan dalam Pembelajaran 2, ternyata hasil belajar siswa masih banyak masalah yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Masalah-masalah tersebut diantaranya yaitu:
-          Siswa kurang berminat dalam proses pembelajaran
-          Siswa kurang memahami tarian dari daerah sendiri
-          Siswa tidak dapat mempraktekkan dengan baik tarian dari daerah sendiri
-          Siswa belum mampu berkomunikasi dengan baik untuk memecahkan masalah dalam kelompok
-          Siswa lebih tertarik budaya luar dari pada budaya lokal
-          Siswa masih mengedepankan ego masing-masing dalam diskusi kelompok
2.      Analisis Masalah
Setelah masalah–masalah yang teridentifikasi dianalisis, maka hasilnya menunjukkan bahwa penyebab munculnya masalah tersebut anta lain yaitu;
-          Guru hanya memperlihatkan gambar-gambar bertema “Kerukunan dalam Masyarakat”
-          Guru hanya memperlihatkan gambar-gambar tarian dari berbagai daerah
-          Guru tidak mempraktekkan langsung tarian dari daerah aceh
-          Guru belum memberikan tugas yang lebih menantang dan detail kepada siswa
-          Guru belum memperlihatkan keistimewaan tarian daerah aceh
-          Guru belum menyediakan jurnal nilai sikap (kerjasama dan kekompakan) secara tepat.
3.      Perumusan Masalah
Berdasarkan hasil analisis yang mengungkap berbagai penyebab  munculnya masalah kekurang-berhasilan pembelajaran tematik tersebut di atas, maka masalah yang menjadi fokus perbaikan itu dapat  dirumuskan sebagai berikut : “Bagaimana cara mengaktifkan, memotivasi, memusatkan perhatian, memberi pertanyaan, membimbing diskusi, agar mampu meningkatkan minat budaya lokal siswa abad 21 di era revolusi 4.0 ini sehingga  hasil belajar siswa kelas VI menjadi lebih baik”.
4.      Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan masalah atau alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
-          Guru memperlihatkan vidio yang bertema keberagaman suku bangsa Indonesia dari Sabang sampai Maroke dikutip dari media online.
-          Guru memperlihatkan vidio Opening Ceremonial ASIAN GAMES ke 18 di Jakarta yang dikutip dari media online.
-          Guru meminta seluruh siswa dalam kelompok untuk meniru dan mempraktekkan tarian Ratoh Duek yang berasal dari Aceh.
-          Guru memberikan tugas kelompok dalam bentuk Projek yang harus dilaporkan secara berkala (setiap kelompok menciptakan sebuah tarian dari Aceh untuk ditampilkan di Pentas Seni Kelas)
-          Guru meminta siswa memanfaatkan media belajar online untuk mengakses berbagai tarian yang ada di daerah aceh
-          Guru menyiapkan Junal nilai sikap disetiap laporan berkala.

C.    Tujuan Penelitian
1.      Tujuan umum
Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan berbangsa bernegara dalam berbagai perbedaan yang ada di Negara Republik Indonesia, dengan tetap selalu menjaga  kekompakan, saling menghargai pendapat orang lain dan toleransi  serta lebih mencintai budaya sendiri dari pada budaya asing. Salah satunya adalah dengan mengenal berbagai jenis tarian Aceh yang sudah merambah ke dunia Internasional.
2.  Tujuan Khusus
Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
-          Meningkatkan perhatian dan minat siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang dalam proses pembelajaran yang bertema Persatuan dalam Perbedaan
-          Meningkatkan pemahaman siswa terhadap berbagai tarian dari daerah Aceh melalui media online
-          Meningkatkan kemampuan siswa Kelas VI SD Negeri 1 Calang mengakses informasi  dari media online dan mempraktekkan  tarian dari daerah Aceh.
-          Meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang berkomunikasi dengan baik dan santun untuk memecahkan masalah dalam kelompok
-          Meningkatkan minat dan cinta terhadap kearifan budaya lokal serta mampu menyaring hal-hal negatife dari media online
-          Meningkatkan sikap menghargai pendapat orang lain dan dapat mengedepankan kepentingan bersama

D. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
-          Bagi guru yaitu dapat menjadi motivasi diri untuk terus mencoba menggunakan berbagai metode-metode pembelajaran lainnya yang dapat membantu siswa di abad 21 dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di era revolusi 4.0 serta membangkitkan rasa percaya diri sehingga akan selalu bergairah dan bersemangat untuk memperbaiki mutu pembelajarannya secara terus menerus
-          Bagi siswa yaitu  dapat meningkatkan semangat cinta budaya lokal dalam proses belajar karena belajar jadi tidak membosankan.  Pemahaman materipun jadi lebih yang mudah sehingga  proses  dan hasil belajar pun akan lebih meningkat pula.
-          Bagi  sekolah  yaitu bermanfaat  untuk membantu sekolah  dalam mengembangkan dan menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas sesuai abad 21 di era revolusi 4.0 yang  akan  menjadi  percontohan atau model bagi sekolah-sekolah, disamping akan terlahir guru-guru yang profesional  berpengalaman dan menjadi kepercayaan orang tua, masyarakat serta pemerintah.





BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pembelajaran Melalui Media Online di abad 21
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Salah satu contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran ialah peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi. Saat ini pemanfaatan aplikasi youtobe oleh siswa sudah tidak asing lagi. Penggunaan aplikasi ini dalam kehidupan sehari-hari begitu gencar. Dengan mengarahkan siswa memanfaatkan media ini secara optimal akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terutama Meningkatkan  Minat Budaya Lokal di  Era Revolusi Industri 4.0
Selain itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning)menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik berbeda dengan pembelajaran yang berpusat pada pendidik, berikut karakter pembelajaran abad 21 yang sering disebut sebagai 4 C, yaitu:
1.      Communication (Komunikasi)
Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah yang diberikan oleh pendidik.

2.      Collaboration (Kerjasama)
Pada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain.

3.      Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah)
Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.

4.      Creativity and Innovation (Daya cipta dan Inovasi)
Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
Selain peralihan sistem pembelajaran, pada abad ini pun terjadi pergeseran tujuan pendidikan dimana pada abad ke 19 yang dikenal sebagai era industri, penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan orang dalam dunia sederhana, statis/linier, dan predictable (dapat diramalkan). Peserta didik diharapkan dapat melakukan kegiatan-kegiatan dengan perilaku yang rutin. Dampak dari pola pendidikan ini adalah kemampuan output yang standar sehingga kecakapan yang dimiliki merupakan kecakapan standar.

B.     Ciri-Ciri Media Online
Berdasarkan pengertian media online di atas, ada beberapa karakteristik yang membedakan media online dengan media lainnya, diantaranya adalah:
1.      Kecepatan Informasi
Ini adalah karakteristik media online yang paling mencolok dibandingkan dengan media konvensional. Peristiwa atau kejadian di lapangan dapat langsung diupload dalam hitungan detik atau menit. Tidak seperti media cetak yang membutuhkan waktu lebih lama dalam hal publikasinya.
2.      Informasi Dapat Di-Update
Penyampaian informasi di media online dapat dilakukan secara realtime dan terus menerus. Ketika ada pembaruan/ update informasi terkait informas lama, maka dapat dilakukan perubahan. Proses pembaruan/ update ini dapat dilakukan secara realtime.
3.      Personalisasi
Pengguna sebuah media online dapat menentukan atau memilih informasi seperti apa yang dibutuhkan. Dengan begitu, maka pengguna hanya membaca informasi yang relevan dengan pilihannya.

4.      Terhubung Dengan Sumber Lain
Pada media online semua informasi yang disajikan dapat dikaitkan dengan sumber lain yang relevan, baik dari sumber yang sama atau pun dari sumber yang berbeda, maka pengguna dapat membuka informasi lain dengan satu klik saja.
C.     Mengangkat Minat Budaya Lokal
Melalui pembelajaran media online ini pelajar dapat dengan mudah mengakses berbagai kearifal lokal yang menjadi kebanggaan daerah seperti tarian-tarian dari Aceh. Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati berbagai informasi tentang budaya lokal.
















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Subjek Penelitian
 Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri 1  Calang Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Tema 2 yang berjudul “Persatuan dalam Perbedaan, Sub Tema 1 “Rukun dalam Perbedaan” Pembelajaran 2 menjadi subjek  penelitian  dengan “Meningkatkan  Minat Budaya Lokal Siswa  Abad 21 Melalui Media Online Di Era Revolusi Industri 4.0”.
Jumlah siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang pada saat PTK ini dilaksanakan yaitu sebanyak 34 orang, terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa  perempuan. Kapasitas tempat duduk terdiri atas 34 meja kecil dan 34 kursi. Tingkat kemampuan para siswa bervariasi ada yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang di atas rata-rata. Dari data hasil  ulangan harian Tema 2 yang baru saja dilaksanakan tercatat siswa yang memiliki nilai di atas KKM yaitu 12 orang atau 35,29 % dari 34 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM  ada 18 orang siswa atau 58,82 % dan sisanya 2 orang atau 5,88 % memiliki nilai sama dengan KKM, dimana KKM Satuan Pendidikan di SD Negeri 1 Calang adalah 75.
Tabel I
Jadwal Pelaksanaan Perbaikan dalam PTK
Tema 2 Sub Tema 1 Pembelajaran 2
NO
Hari/ tanggal
Siklus
Materi
1
Senin, 20 Agustus 2018
I
Persatuan dalam Perbedaan
2
Rabu,22 Agustus 2018
II
Persatuan dalam Perbedaan
3
Jumat, 24 Agustus 2018
III
Persatuan dalam Perbedaan

B. Metode Penelitian
Langkah –langkah yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas di kelas VI SD Negeri 1 Calang dengan Tema Persatuan dalam Perbedaan adalah sebagai berikut :     
 1. Rencana  
      Siklus I
a.       Mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b.      Menyampaikan tujuan
c.       Menjelaskan langkah–langkah pembelajaran
d.      Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan diajarkan.
e.       Mengamati gambar-gambar keanekaraman suku bangsa di Indonesia.
f.       Mengamati foto-foto berbagai tarian nusantara
g.      Membimbing diskusi kelompok mengenai Persatuan dalam perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
h.      Menyimpulkan  pelajaran bersama
i.        Mengadakan post tes

     Siklus II
a.       Mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b.      Menyampaikan tujuan
c.       Menjelaskan langkah–langkah pembelajaran
d.      Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan diajarkan.
e.       Mengamati gambar-gambar keanekaraman suku bangsa di Indonesia.
f.       Menyelesaikan Lembar Kerja dalam diskusi kelompok tentang keberagaman suku bangsa di Indonesia.
g.      Mengamati foto-foto berbagai tarian nusantara
h.      Membimbing diskusi kelompok mengenai Persatuan dalam perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
i.        Menyimpulkan  pelajaran bersama
j.        Mengadakan post tes

    Siklus III         
a.       Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menggunakan media online. Siswa ikut dilibatkan dalam menyiapkan alat-alat dan media yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Siswa dibagi kedalam 4 kelompok yang terdiri dari 7 atau 8 orang yang bersifat heterogen bertujuan pada akhir pelajaran siswa dapat bekerjasama mempraktekkan sebuah tarian dari daerah Aceh.
b.      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
c.       Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan akan diajarkan
d.      Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media online kepada siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang.
e.       Siswa dalam kelompok mengamati gambar dan  vidio yang diambil secara online tentang keberagaman suka bangsa di Nusantara
f.       Menyelesaikan Lembar Kerja dalam diskusi kelompok tentang keberagaman suku bangsa di Indonesia.
g.      Siswa menonton vidio Opening Ceremonial SEA Game ke 18 di Jakarta
h.      Setiap kelompok diberikan tugas (projek) menyiapkan sebuah tarian daerah Aceh untuk dipraktekkan pada kegiatan pentas seni kelas.
i.        Setiap kelompok di minta mengisi Laporan Kemajuan Persiapan Tarian secara berkala
j.        Menyiapkan jurnal penilaian sikap  
k.      Membimbing diskusi kelompok mengenai Persatuan dalam perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
l.        Menyimpulkan  pelajaran bersama
Mengadakan post tes

 2.  Pelaksanaan Penelitian   
a.       Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun
b.      Melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran
c.       Melakukan tindakan khusus kepada siswa yang memerlukan bimbingan.

3.  Melakukan Pengumpulan Data
a.       Mencatat nilai evaluasi siswa
b.      mencatat hasil pengamatan terhadap sikap siswa
c.       menganalisis hasil pembelajaran
d.      Melakukan refleksi terhadaphasil analisis tindakan.

 4.  Refleksi
a) Siklus I
Siswa belum semuanya memperhatikan penjelasan guru ketika guru sedang menjelaskan, siswa juga belum seluruhnya aktif dalam kerja kelompok/diskusi, tercatat juga siswa kurang mengerti terhadap maksud kalimat atau bahasa yang diucapkan guru. Hal ini disebabkan guru kurang menggunakan contoh/ ilustrasi dan penekanan serta alat peraga yang menarik, guru juga tidak memberikan tugas secara individu dalam diskusi/ kerja kelompok, juga guru kurang memberi penekanan-penekanan terhadap kata baru atau kata kunci yang menjadi permasalahan.

b) Siklus II
Siswa sudah mulai memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, siswa juga mulai aktif berkomunikasi dengan anggota kelompoknya dan mencatat hasil diskusi secara individual, tetapi para siswa kurang aktif ketika diskusi klasikal atau menanggapi kelompok lain ketika presentasi di depan kelas. Namun ada perkembangan yang lebih baik, siswa mulai mengerti bahasa yang dimaksud seperti, bagian-bagian, jenis-jenis, fungsi, bahwa kata-kata tersebut mengandung arti dan maksud yang berbeda.

c) Siklus III
Siswa menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik dari pembelajaran sebelumnya. Siswa sudah aktif memperhatikan penjelasan guru, aktif berdiskusi dan  memahami kata kunci  dalam pokok  bahasan  yang  menjadi tujuan pembelajarannya. Siswa lebih respon, santun, menghargai teman dalam diskusi kelas/presentasi ataupun tanya jawab. Hal ini disebabkan karena guru  menggunakan media online dan langsung melibatkan siswa.
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Per Siklus
1. Rencana
Siklus I
Merencanakan pembelajaran  dan menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan teman sejawat untuk membantu mengamati jalannya  proses pembelajaran di kelas. Lembaran observasi yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel II
Lembar Observasi
Tema                                   : 2 Persatuan dalam Perbedaan
Sub Tema                            : 1 Rukun dalam Perbedaan
Pembelajaran                      : 1      
Kelas/ Semester                  : IV/ I
Hari/ Tanggal                      : Senin, 20 Agustus 2018
Fokus observasi                  : Minat Budaya Lokal    
No.
Aspek yang Diamati
Kemunculan
Komentar
Ya
Tidak
1.
Kegiatan awal
1.1
Mengungkapkan konsep awal
1.2
Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari melalui tanya jawab
1.3
Menyampaikan tujuan pembelajaran
1.4
Respon siswa
2.
Kegiatan inti
2.1
Memotivasi dan membimbing siswa dalam kerja kelompok
2.2
Keaktifan siswa dalam kegiatan pengamatan
2.3
Menanggapi pertanyaan siswa
2.4
Keaktifan dan kerja sama siswa dalam kelompok
2.5
Komunikasi dalam kelompok
2.6
Menggunakan alat peraga
2.7
Mempresentasikan hasil diskusi
2.8
Partisipasi siswa dalam menaggapi kelompok lain
2.9
Menanggapi hasil diskusi
3.
Kegiatan akhir
3.1
Memberi kesempatan siswa untuk bertanya
3.2
Membimbing siswa membuat kesimpulan
3.3
Mengadakan evaluasi
2.      Pengamatan
Setelah melakukan penelitian dan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan penelitian tindakan kelas, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
 Tabel III
Hasl Pengamatan Aktifitas Siswa
No
Nama Siswa
Siklus I
Siklus II
Siklus III
Ket.
1
Adinda Junita
B
B
A
2
Aibal Zal Chalil
C
B
B
3
Alinda Qhaira
C
C
B
4
Cahaya Dzulhijjah
B
A
A
5
Cut Naila Keumala
C
C
B
6
Fatir Nurchalish
C
B
B
7
Fawwaz Mulkian
C
B
B
8
Izzi Fatiya Handana
C
C
B
9
Kayla Queenta Balqis
B
B
A
10
Maulana Zikri
C
B
A
11
Meilina Rizkia
A
A
A
12
Muhammad Fais Haikal
B
B
B
13
Muhammad Ramadhani
B
B
B
14
Muhammad Zahlul Ichsan
B
B
B
15
Mulia Azizi
C
C
B
16
Nabila Arrahman
B
B
B
17
Natasya
B
B
A

18
Natiya Syatista
B
B
A

19
Rieda Ariefa Syailana
C
B
B

20
Rizki Maulana
B
B
B

21
Rizka Mauliza
C
B
A

22
Sri Salwanita
B
B
A

23
Sriwahyuni
C
C
B

24
Vita Sari
C
C
B

25
Wirdatul Ahya
C
B
B

26
Yazeed Omar Ibrahim
B
B
B

27
Yusma Hayatun
B
B
A

28
Zahra Lutfiah Amanda
B
B
A

29
T. Raja Hafial Azis
C
B
A

30
Ratu Chaisarah
C
B
A

31
Rahul Fata
C
B
B

32
Rivaldi
C
C
A

33
Lulu Nursita
B
B
A

34
Salsabilla
C
B
B

Keterangan: A = Sangat baik, B = Baik, C = Cukup, D = Kurang
Aktivitas siswa pada siklus I belum maksimal,  masih banyak siswa yang mengandalkan orang lain dalam diskusi atau kerja kelompok. Hanya siswa yang menjadi ketua kelompok dan siswa yang mencatat  hasil diskusi yang aktif. Tapi  ada salah satu kelompok yang semua anggotanya aktif berpartisipasi menyelesaikan masalah, mengemukakan pendapatnya.
Mulai pada siklus II  dan sikus III  aktivitas siswa menunjukkan kemajuan. Hampir semua siswa aktif berdiskusi. 90 % siswa sangat antusias belajar menggunakan media online. Setiap anggota kelompok memiliki tugas individual untuk hasil diskusinya. Disamping itu mudahnya dalam mencari informasi dengan media online sangat mendukung para siswa dalam belajar,  sehingga secara langsung memotivasi siswa belajar secara kompetitif.  Pemahaman siswa terhadap materi mulai meningkat pada siklus  III. terbukti  mereka lebih aktif dalam mengeluarkan pendapatnya, menjawab pertanyaan, ataupun bertanya dan menanggapi pendapat siswa lain atau kelompok lain.    
Tabel IV
Hasil Pengamatan Aktifitas Guru
Penggunaan Waktu
No
Jenis kegiatan
waktu
1
Apersepsi
20 menit
2
Proses Pembelajaran (pendahuluan, Inti, Penutup)
230 menit
3
Melakukan tes formatif
35 menit
4
Menganalsis/ mengoreksi hasil evaluasi
50 menit
Jumlah
280 menit

Tabel V
Pengamatan Komponen PBM
No
Jenis akegiatan
keberatan
kualitas
ya
tidak
Baik
cukup
kurang
1.      
Mengadministrasikan siswa
2.      
Melakukan proses pembelajaran
3.      
Mencatat pelajaran
4.      
Melakukan tes formatif
5.      
Menganalisis / mengoreksi hasil evaluasi
6.      
Aktifitas siswa dalam kerja kelompok
Dari data hasil  ulangan harian Tema 2 yang baru saja dilaksanakan tercatat siswa yang memiliki nilai di atas KKM yaitu 12 orang atau 35,29 % dari 34 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM  ada 18 orang siswa atau 58,82% dan sisanya 2 orang atau 5,88 % memiliki nilai sama dengan KKM, dimana KKM Satuan Pendidikan di SD Negeri 1 Calang adalah 75. Siswa masih perlu perbaikan. Data nilai per siklus dapat dilihat pada tabel VI dan tabel VII di bawah ini.
Tabel VI
Nilai Evaluasi Siswa
No
Nama Siswa
Nilai
Ket.
Siklus I
Siklus II
Siklus III
1
Adinda Junita
78
84
92
2
Aibal Zal Chalil
75
84
87
3
Alinda Qhaira
75
77
84
4
Cahaya Dzulhijjah
84
92
97
5
Cut Naila Keumala
75
75
84
6
Fatir Nurchalish
79
84
88
7
Fawwaz Mulkian
79
84
90
8
Izzi Fatiya Handana
75
77
84
9
Kayla Queenta Balqis
84
87
92
10
Maulana Zikri
79
86
95
11
Meilina Rizkia
92
93
96
12
Muhammad Fais Haikal
84
86
90
13
Muhammad Ramadhani
84
86
90
14
Muhammad Zahlul Ichsan
84
86
90
15
Mulia Azizi
75
77
84
16
Nabila Arrahman
84
86
90
17
Natasya
85
91
95
18
Natiya Syatista
89
90
94
19
Rieda Ariefa Syailana
78
84
91

20
Rizki Maulana
84
86
95

21
Rizka Mauliza
79
87
96

22
Sri Salwanita
84
89
92

23
Sriwahyuni
77
82
88

24
Vita Sari
75
77
84

25
Wirdatul Ahya
77
82
88

26
Yazeed Omar Ibrahim
84
86
90

27
Yusma Hayatun
84
91
97

28
Zahra Lutfiah Amanda
85
90
96

29
T. Raja Hafial Azis
77
84
95

30
Ratu Chaisarah
81
89
93

31
Rahul Fata
77
82
88

32
Rivaldi
76
81
92

33
Lulu Nursita
85
90
95

34
Salsabilla

82
89

NILAI RATA-RATA
GRADE
73,64
C
79,97
B
87,05
B


Secara keseluruhan dari siklus I sampai siklus III nilai Rata-rata hasil evaluasi belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari grafik di bawah ini.
Grafik Nilai Rata-rata Hasil Evaluasi Siswa Kelas IV SD Negeri  I Calang
3.  Refleksi
Pada siklus I perhatian siswa kelas VI SD Negeri 1 Calang  terhadap pembelajaran atau penjelasan guru masih kurang, terbukti nilai  hasil evaluasi siswa pada siklus I ini dari jumlah siswa 34 orang, hanya 12  orang memperoleh nilai  di atas 75 (75 = nilai KKM), dan 18 orang memperoleh nilai di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), dan 4 orang yang mendapat nilai sama dengan KKM, artinya 18 orang harus diperbaiki nilainy.
Pada siklus ke II nilai siswa sudah meningkatkat 17 orang siswa diatas KKM, 4 orang siswa sama dengan KKM dan 13 siswa masih dibawah KKM.
Pada siklus ke III hasil evaluasi meningkat drastis  penggunaan alat peraga gambar,, video pembelajaran  ditampah pemanfaatan media online semakin meningkatkan  gairah belajar serta sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran lebih baik lagi, sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Hal ini dapat diamati dari nilai hasil evaluasi pada siklus III yang  semakin memuaskan. 23 orang siswa mendapat nilai diatas KKM, 8 orang sama dengan KKM dan hanya 3 orang siswa yang dibawah KKM.

B. Pembahasan dari setiap siklus
Siklus I
Hasil belajar pada siklus I yang masih dibawah target menunjukkan proses pembelajaran yang kurang aktif dan guru belum bisa menyampaikan materi secara optimal. Disamping itu aspek perilaku keseluruhan dari tujuan pembelajaran menurut Benyamin Bloom (1956) yang dapat menunjukkan gambaran hasil belajar, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor belum muncul secara positif, menetap, dan menyeluruh.
Siklus II
Hasil belajar pada siklus II menunjukkan kemajuan. Penggunaan alat peraga dan video pembelajaran  telah membantu siswa, membangkitkan motivas belajar, menyajikan pesan secara serempak bagi seluruh siswa. Dalam pengelolaan kelas guru telah membantu siswa merasakan kebebasan untuk melakukan apa yang siswa inginkan (Weber, 1977)
Siklus III
Pada pembelajaran siklus III, adanya peningkatan nilai hasil evaluasi  secara signifikan, penggunaan media online membantu siswa dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber dengan mudah, mengetahui berbagai kearifan local dari berbagai daerah diAceh. Sehingga minat budaya local dan saling menghargai perbedaan semakin meningkat.Guru juga semakin pahamti bahwa guru ketika mengajar untuk perbaikan seharusnya mulai dengan refleksi dengan bertanya kepada diri sendiri “ Apa yang diperlukan anak? Dan bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan anak? (Kohn, 1996)   




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan.
Pemanfaatan media online dapat membantu menumbuhkan minat siswa abad 21 terhadap budaya lokal di era revolusi 4.0  Pengunaan media online  yang disertai dengan metode yang tepat pada pembelajaran Tematik ternyata dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa, memotivasi siswa untuk belajar, membantu siswa dalam diskusi, meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran,meningkatkan hasil pembelajaran dan yang terpenting membantu siswa tetap mencintai nilai-nilai kearifan lokal. Terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 80,58 pada siklus pertama, 84,91  pada siklus II dan 90,91 pada siklus III.
B.     Saran
Setiap guru seharusnya terus  berusaha untuk meningkatkan penggunaan media online dengan baik, memperkenal kepada siswa nilai-nilai positif dan mengingatkan untuk menjauhi hal-hal negative dari penggunaan media online di Era Revolusi ini..



                                                                                                       







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembatik 2023

 Tugas Pembatik Level 2 Tahun 2023